BERITA BOLA

Pelatih Persib Heran Banyak Orang Indonesia Tak Pakai Masker

Pelatih Persib Robert Alberts mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di musim pandemi COVID-19. Protokol penting dipatuhi agar pandemi tak berkepanjangan, juga agar kompetisi yang segera bergulir bisa berjalan lancar.

Pesan tersebut disampaikan Robert bukan hanya untuk para pemain Persib, melainkan juga untuk bobotoh dan pecinta sepakbola umumnya di tanah air. Apalagi kompetisi Liga 1 direncanakan bergulir September/Oktober 2020.

Pelatih asal Belanda tersebut terus memantau perkembangan COVID-19 di Indonesia yang angkanya masih tinggi. Namun dalam kondisi ini, ia heran melihat banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak (social distancing), dan lain-lain.

“Saya tak melihat orang-orang di sana memakai masker di area publik. Kebanyakan mereka tak menerapkan social distancing, dan kerap melakukan kontak fisik,” kata Robert, dikutip dari laman resmi Persib, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Namun pengabaian terhadap protokol kesehatan masih terjadi di mana-mana, di Bandung, Jakarta, di area publik, dan seterusnya sehingga penyebaran virus korona di Indonesia sulit turun.

Sementara di negara-negara lain menurut Robert saat ini sedang menghadapi gelombang kedua serangan virus tersebut. Karena itu Robert mengingatkan kepada semua pihak untuk menjalankan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Robert bilang, Persib sebagai tim sepakbola sangat sensitif terhadap masalah kesehatan. Tim ini juga rentan melakukan kontak sosial, baik di lingkungan kerja, jalan raya bahkan di stadion. Sebab itu ia selalu mewanti-wanti anggota timnya agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kita harus memakai masker saat berada di luar rumah, bahkan ketika sedang melakukan latihan,” katanya.

Tim berjuluk Maung Bandung pernah mengalami pengalaman buruk dengan COVID-19 ketika salah seorang pemain, Wander Luiz, dinyatakan positif, pada awal-awal merebaknya COVID-19 di Bandung. Pada 15 April 2020, Persib mengumumkan Wander Luiz masa isolasi striker asal Brazil tersebut berakhir, dan hasil tes Wander Luiz telah negatif.

Ketika Wander Luiz terkonfirmasi positif COVID-19, para pemain Persib pun harus menjalani karantina. Tentu ini kerugian bagi tim karena tidak bisa latihan maupun mempersiapkan kompetisi.

“Apabila salah satu dari kita terinfeksi, seperti yang menimpa (Wander) Luiz, seluruh orang di tim ini harus melakukan karantina lagi, dan kita tak bisa memulai latihan lagi,” kata Robert.

“Jadi tetap gunakan pelindung kalian. Saya tak mau semua pemain dan staf melakukan hal seolah-olah virus sudah hilang. Virus masih tersebar di luar sana. Saat diperbolehkan melakukan latihan lagi, saya ingin semua sadar bahwa kita harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan,” tegasnya.