BERITA BOLA

Gerrard Tak Menyesal Batal Gabung Ke Chelsea

Di tengah-tengah Premier League 2004/05, pelatih Liverpool kala itu, Rafael Benitez, memanggil Steven Gerrard. Dalam pertemuan empat mata tersebut, sang pelatih coba mengonfirmasi kabar angin yang tengah berhembus: ketertarikan beberapa klub besar untuk merekrut kapten Liverpool tersebut.

Dalam kondisi itu, Gerrard jadi serba salah. Di satu sisi, ia sebenarnya masih ingin menetap di Anfield. Di sisi lain, gairah mudanya justru menghadirkan rasa labil soal perjalanan kariernya ke depan. Rasa labil itulah yang memunculkan dugaan-dugaan di benaknya.

“Faktanya, saya memang tak tahu apakah bakal masuk dalam skema Rafa atau tidak saat itu. Rafa bilang ke saya: ‘Saya tahu agenmu tengah berunding bersama Real Madrid dan Chelsea.’ Saya jadi paranoid sendiri dan mulai berpikir bahwa Rafa bakal menggunakan uang penjualan saya untuk membangun Liverpool,” ujar Gerrard kepada Gary Neville di program Sky Sports Soccer Box.

Kekhawatiran itu membuat Gerrard sedikit terlena. Ia mulai mempertimbangkan kemungkinan bergabung ke Chelsea. Apalagi, The Blues tengah membangun kekuatan baru di bawah dinasti Roman Abramovich.

Uang yang disodorkan untuk Gerrard juga tak kecil. Selain itu, pengaruh keberadaan sosok Jose Mourinho selaku nahkoda tim London Biru, turut membuat pikirannya semakin bercabang.

“Chelsea mengajukan tawaran sekitar 37,5 poundsterling (setara 664 miliar rupiah), jumlah yang terbilang cukup besar di era itu. Mourinho juga memberikan pengaruh kuat. Saya yang kala itu masih labil, jadi mulai menimbang-nimbang dan sedikit main mata soal tawaran tersebut,” ujar Gerrard.

Pada akhirnya, Gerrard batal berjodoh dengan Chelsea dan memilih menetap di Anfield. Apalagi, ia akhirnya sukses mengantar The Reds ke trofi Liga Champions di pengujung musim. Sukses itu menjadi sejarah tersendiri, terutama jika mengingat bagaimana perjuangan ikonik Gerrard dan rekan-rekannya kala membalikkan ketertinggalan 0-3 dari AC Milan.

Sejak sukses di Instabul tersebut, Gerrard menghabiskan 11 musim lanjutan berseragam Merseyside Merah. Dalam kurun waktu tersebut, hanya ada tambahan trofi Piala FA 2005/06 dan Community Shield 2006 yang berhasil ia sumbang.

Di sisi lain, Chelsea justru sempat meraih satu gelar Liga Champions (2011/12), satu gelar Liga Eropa (2012/13), empat gelar Piala FA, dan dua gelar Premier League, pada periode yang sama. Meski begitu, ia tetap bersyukur menjadi bagian penting bagi Liverpool.

“Untuk saat ini, saya sama sekali tak menyesalinya (kemungkinan pindah ke Chelsea) karena Liverpool merupakan klub yang saya cintai dan saya kira, memang begitulah seharusnya,” ujar Gerrard.

Pelatih Liverpool saat ini, Juergen Klopp, pernah mengungkapkan bahwa Gerrard merupakan satu satu opsi terbaik untuk menggantikannya suatu saat nanti.

Gerrard balas menyanjung dengan mengatakan Liverpool harus membangun patung penghormatan khusus untuk Klopp atas kontribusi pelatih Jerman tersebut, khususnya raihan gelar Liga Champions musim lalu dan gelar Premier League yang tengah dinanti-nanti musim ini.

Keduanya memang dikabarkan rutin menjalin komunikasi dan membahas beragam perkembangan Liverpool. Saat ini, Gerrard masih bertugas sebagai pelatih kepala di salah satu tim raksasa Skotlandia, Rangers FC.