Aset Berharga itu Bernama Garuda Select
BERITA BOLA

Aset Berharga itu Bernama Garuda Select

Sederet alumni Garuda Select ikut meramaikan pemusatan latihan (TC) virtual Indonesia U19 yang dipimpin langsung oleh Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Dari Garuda Select angkatan pertama sedikitnya ada sembilan pemain. Kesembilannya adalah Mochammad Supriadi, Amanar Abdillah, Amiruddin Bagas Kaffa, Braif Fatari, Riski Sudirman, Andre Oktaviansyah, Fajar Fatur Rachman, Sutan Zico, serta Ernando Ari.

Sementara itu, dari Garuda Select angkatan kedua masih menyumbang satu pemain. Dia adalah Erlangga Satyo, penjaga gawang kepunyaan Persib Bandung U16. Mengingat seleksi masih terus bergulir, bukan tak mungkin bakat-bakat muda lainnya di Garuda Select angkatan kedua juga akan dipanggil.

Garuda Select angkatan pertama yang didominasi pilar Indonesia U16 berguru di Inggris sejak Januari hingga Mei 2019. Melakoni 17 laga, Supriadi dan kawan-kawan mengoleksi lima kemenangan, empat seri, serta delapan kali kalah.

Sementara itu, Garuda Select eksponen kedua terbang ke negeri yang sama pada Oktober 2019 dan kembali ke tanah air pada akhir Maret 2020. Selain Inggris, Garuda Select angkatan kedua berkesempatan pula menghelat laga uji coba di Italia. Total, 21 laga diarungi denga 10 kemenangan, empat kali seri, dan tujuh kali kalah.

Bila Garuda Select angkatan pertama bermaterikan pemain timnas, maka Garuda Select angkatan kedua bermaterikan pemain-pemain muda yang diseleksi lewat Elite Pro Academy U16.

Setelah dua bulan di Inggris atau tepatnya pada Desember, duet pelatih Dennis Wise dan Des Walker memutuskan memanggil sejumlah mantan pilar Garuda Select angkatan pertama. Mereka adalah Bagus Kahfi, David Maulana, Brylian Aldama, Riski Sudirman, Fajar Fatur Rachman, dan Andre Oktaviansyah.

Selama di Inggris, para pemain bukan cuma diasah lewat pertandingan melawan tim-tim akademi di sana, melainkan juga ditempa via latihan berat dan keras. Pola makan diatur secara ketat. Hal lain yang juga diberikan adalah materi kepelatihan dari Federasi Sepak Bola Inggris, FA. Bukan mustahil, di antara pemain ada yang akan meneruskan kariernya sebagai pelatih jika kelak memutuskan gantung sepatu.

Merupakan suatu kebangaan bisa bergabung dengan Garuda Select, karena tak semua pemain muda bisa mendapatkannya mengingat seleksi yang begitu ketat.

“Bertanding melawan tim-tim muda Eropa adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Belum lagi bisa dilatih oleh tim pelatih kenamaan. Benar-benar pengalaman baru. Banyak sekali ilmu yang saya dapat,” kata Supriadi top scorer Garuda Select angkatan pertama dengan koleksi sembilan gol.

“Dalam hidup saya, bergabung dengan Garuda Select merupakan sesuatu yang sangat berharga. Coach Dennis (Wise) dan Des (Walker) selalu mengingatkan saya agar menadi striker yang kuat, berani, dan berani mengambil keputusan,” Sutan Zico, pemain Persija Jakarta, menimpali.

Hal senada diutarakan Amanar. “Kalau ingat Garuda Select, saya jadi kangen semuanya. Apalagi suasana latihan bersama coach Dennis dan coach Des. Semoga bisa kembali lagi ke sana,” ujar pemain Bhayangkara FC asal Aceh, mengenang masa-masa indah di Negeri Ratu Elizabeth II.

Pemain Garuda Select angkatan kedua merasakan hal yang sama. “Beruntung dan bersyukur bisa mendapat kesempatan bertanding dan berlatih bersama Garuda Select. Garuda Select mengubah saya dalam banyak hal, terutama soal makanan. Karena makanan yang kita makan sangat penting dalam karier kita,” tukas Kakang Rudianto, bek masa depan Persib U16.

“Samalah seperti pemain-pemain lain. Yang terpenting bagi saya adalah Garuda Select membuat saya lebih percaya diri,” kata Edgard Amping, pemainberlabel wonderkid PSM Makassar U16.

“Saya sama sekali tak menyangka bisa berlatih di luar negeri. Ini pengalaman terbaik saya,” tukas Arjuna Agung, talenta muda Persipura Jayapura.

Program yang Sangat Bagus

Garuda Select yang merupakan mahakarya SuperSoccer, Mola TV, dan PSSI direncakan bergulir selama 10 tahun.

“Ini merupakan program yang sangat bagus. Harus didukung,” kata Warta Kusuma, legenda Timnas Indonesia kepada Super Soccer, Kamis (11/6).

Warta Kusuma berharap Program Garuda Select bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia.

“Pemain-pemain muda kita jadi punya jam terbang (bermain di luar negeri),” tandas kelahiran Jakarta 26 Oktober 1963 yang ikut membawa Indonesia menjuarai Sub Grup IIIB Asia Timur Pra Piala Dunia 1986.

Andrian Mardiansyah yang juga eks timnas dan pernah mengenyam pendidikan sepak bola di Italia lewat Program Baretti U16 pada 1996 menegaskan kalau Program Garuda Select sangat bagus.

“Program yang sangat bagus sekali. Sama seperti saya dulu bisa ikut (program) Baretti. Meski masih berusia muda, tapi kita sudah bisa berkompetisi di Eropa,” kata Andrian.

Mantan pilar Persija Jakarta, Persib Bandung, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan kelahiran 14 November 1978 juga mendukung rencana Garuda Select yang bergulir sampai 10 tahun.

“Kalau program ini bisa berjalan konsisten dan berjenjang, saya yakin kita bisa bersaing di Piala Dunia. Memang harus pelan-pelan. Jangan setahun dua tahun. Susah juga kalau dirombak terus. Itu artinya kita mulai dari nol lagi. Jadi memang harus konsisten,” kata Andrian.

Ikut angkat suara, Yeyen Tumena mengatakan bahwa pemain muda Garuda Select berpeluang meneruskan tongkat estafet timnas selanjutnya.

“Tentu saja ada seleksi alam. Yang sanggup bersaing dan memperbaiki diri dialah yang akan berhasil. Tapi bukan berarti pemain muda lainnya tak punya kesempatan, karena mereka juga berkompetisi dengan klubnya masing-masing. Yang pasti, pemain-pemain Garuda Select sudah mendapat pengalaman di luar negeri. Pengalaman ini tidak bisa dibeli dan didapat pemain lain,” pungkas Yeyen, mentan pemain PSSI Primavera.