30 Tahun yang Menghabiskan 25 Triliun dan 218 Pemain
BERITA BOLA

30 Tahun yang Menghabiskan 25 Triliun dan 218 Pemain

Dari Ronny Rosenthal, Stan Collymore, Emile Heskey, Harry Kewell, Fernando Torres, Luis Suarez, Sadio Mane, hingga Takumi Minamino.

Pemain pertama yang direkrut Liverpool usai menjuarai musim 1989/90 adalah Ronny Rosenthal. Striker berkebangsaan Israel itu sempat menjalani masa peminjaman sebelum akhirnya ditebus seharga sekitar 1 juta poundsterling dari Standard Liege. Kala itu, Rosenthal dijuluki sebagai “Rocket Ronny” karena kegesitannya di depan gawang lawan.

Selain Rosenthal, Liverpool juga mendatangkan 11 pemain lain, termasuk Jamie Redknapp dari Bournemouth, guna mempertahankan gelar juara. Ada pula nama Steve McManaman yang dipercaya naik kelas dari skuad Liverpool U18.

Sejak proses transfer Rosenthal itu, sudah banyak pemain yang merapat ke Anfield hingga akhirnya kembali berhasil juara musim ini. Menurut laporan BBC, ada sekitar 218 rekrutan anyar jika dihitung dari Rosenthal hingga Takumi Minamino, pembelian terakhir Liverpool musim ini.

Minamino direkrut pada bursa transfer musim dingin lalu. Pemain asal Jepang itu bahkan baru berusia sekitar empat tahun kala Rosenthal resmi bergabung ke Liverpool!

Rentang dari Rosenthal ke Minamino, The Reds sempat mendatangkan beberapa pemain hebat seperti Stan Collymore, Jason McAteer, Patrick Berger, Paul Ince, Sami Hyypia, Dietmar Hammann, Vladimir Smicer, hingga Emile Heskey pada periode 1990 hingga 2000.

Khusus Hyypia, Hamann, dan Smicer, masih sempat tergabung dalam skuad legendaris The Reds yang berhasil menjuara Liga Champions 2004/05 di bawah asuhan Rafael Benitez.

Memasuki 10 tahun pertama era milenium baru (2000-2010), The Reds merekrut Milan Baros, John Arne Riise, El-Hajdi Diouf, Harry Kewell, Xabi Alonso, Djibril Cisse, Fernando Morientes, Peter Crouch, Dirk Kuyt, Javier Mascherano, Jermaine Pennant, Fernando Torres, Robbie Keane, Glen Johnson, dan Alberto Aquilani.

Barulah di 10 tahun terakhir, Liverpool mendatangkan Andy Carroll, Luis Suarez, Jordan Henderson, Stewart Downing, Philippe Coutinho, Daniel Sturridge, Mario Balotelli, Adam Lallana, Christian Benteke. Hingga beberapa rekrutan yang kini masih menjadi tulang punggung tim seperti Roberto Firmino, Sadio Mane, Geoginio Wijnaldum, Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Minamino, selaku rekrutan terakhir.

Periode 2005 hingga 2008 di bawah asuhan Benitez, merupakan salah satu periode dengan jumlah rekrutan terbanyak, yakni 40 pemain atau hampir 20% dari total 218 rekrutan di rentang 30 tahun tersebut.

Dari ke-40 nama tersebut, ada beberapa yang berperan cukup besar dalam tim semisal Pepe Reina, Lucas Leiva, Kuyt, dan Torres. Ada pula yang tergolong biasa-biasa saja seperti Mark Gonzales dan Jermaine Pennant, atau mungkin bahkan yang hanya selintas muncul di ingatan Anda, seperti Gabriel Paletta dan Sebastian Leto.

Sempat pula muncul masa-masa mubazir lewat kehadiran pemain berbiaya besar namun berkontribusi minim seperti uang 35 juta pound untuk Andy Carroll (6 gol dari 44 laga), lalu banderol 32,5 juta pound untuk Benteke (9 gol dari 29 laga), dan pemborosan 16 juta pound untuk Balotelli (hanya mencetak 1 gol dari 16 laga). Catatan tersebut merupakan jumlah gol dan penampilan di ajang Premier League.

Catat pula, secara keseluruhan, sekitar 25 triliun yang dikeluarkan untuk belanja 218 pemain di rentang 30 tahun penantian juara, juga masih lebih besar ketimbang uang masuk dari hasil penjualan pemain yang hanya berkisar 936 juta pound (atau setara 16 triliun rupiah) dalam rentang yang sama.

Sebaliknya, beberapa nama sukses di Liverpool bahkan datang secara cuma-cuma selaku produk asli klub, khususnya di rentang 1990-2020 seperti Robbie Fowler, Steven Gerrard, Jamie Carragher, Michael Owen, hingga yang terkini, Trent Alexander-Arnold.

Terlepas dari faktor inflasi dan deviasi ekonomi global, jumlah pengeluaran terbanyak Liverpool untuk transfer pemain meningkat pesat di musim 2017/18 (156 juta pound) dan musim 2018/19 (162 juta pound).

Angka besar itu untuk mendatangkan nama-nama seperti Salah, Van Dijk, Andrew Robertson, Fabinho, Naby Keita, hingga Alisson. Namun setidaknya, deretan nama-nama itulah yang justru menyudahi penantian gelar selama 30 tahun.